kopi yuks

Senin, 30 November 2015

Mengenal jenis topologi pada jaringan Wireless

Topologi pada jaringan wireless
• Topologi pada jaringan LAN (via kabel) tentu berbeda dengan jaringan WLAN (via wireless).
• Prinsip :
sama-sama menghubungkan komputer dengan komputer, namun media transmisi yang digunakan berbeda pada jenis topologinya.
Tehnologi yang digunakan :
1. Jaringan WLAN -> tehnologi wireless (IEEE 802.11)
2. Jaringan LAN -> tehnologi ethernet (IEEE 802.3)
Model topologi WLAN
Ada 2 model topologi utama WLAN pada standar IEEE, yaitu :
1. AdHoc
2. Infrastruktur
Jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless
             1. Independent Basic Service Set (IBBS).
    • Jaringan AdHoc atau IBBS terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung.
• Jaringan AdHoc tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. 
• Kelemahannya :
  a. jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses           transmisi data akan semakin lambat.
  b. karena tidak adanya access point yang dijadikan                        concentrator maka menyebabkan tidak adanya perangkat          yang bisa mengatur wireless client yang terkoneksi,                   sehingga collusion atau tabrakan pun sangat mungkin                terjadi.
2. Basic Service Set (BSS).

 • Koneksi antar wireless client pada      topologi ini dihubungkan oleh            sebuah perangkat access point.
 • Setiap wireless client yang ingin terhubung dengan client lainnya harus terhubung dengan access point yang digunakan.
3. Extended Service Set (ESS).
         • Terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.
         • Tujuan : adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh, jadi topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
• Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.





Rabu, 04 November 2015

Prinsip Kerja Client-Server

Pengertian Client Server

Client Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :

1. Servis (layanan)
   
• Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
    • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
    • Server sebagai provider, client sebagai konsumen

2. Sharing Resources ( sumber daya)     
     Server yang bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses          bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya. 

3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
     Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog           melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.   
 
4. Transparansi lokasi
    Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang           berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5. Mix-and-Match :
    Perbedaan server client platforms

6. Pesan berbasiskan komunikasi
     Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan         jawaban.

7. Pemisahan interface dan implementasi
    Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang                         diterbitkan tidak berubah.


Perbedaan Tipe Client-Server

1. File Servers
    • File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
    • Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
     • Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil         perintah SQL dikembalikan.
     • Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang               diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3. Transaction Servers (Transaksi Server)
    • Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL                      database engine.
    • Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
    • Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

4. Groupsware Servers
     • Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
     • Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image,  bulletin boards dan aliaran               kerja
     • Data diatur sebagai dokumen

5. Object Application Servers
    • Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
    • Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker                  (ORB)
    • Client meminta sebuah method pada remote object

6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
     • World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
     • Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut                 HTTP.

Fungsi Client Server


Dalam konteks basis data, client mengatur interface yang berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Prinsip Kerja dari :
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary
Kelebihan Client Server :
  • Lebih aman
  •  Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation
Kekurangan Client Server :
  • Membutuhkan administrator yang handal
  • Pelaksanannya mahal
  • Jika server mati maka komputer clent akan mati juga
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
  • Memungkinkan akses basis data yang besar
  • Menaikkan kinerja
  • Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang                  berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin      server jika hanya memproses basis data.
  • Biaya untuk hardware dapat dikurangi
  • Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk                    menyimpan dan mengatur basis data
  • Biaya komunikasi berkurang
  • Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang          dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit             yang akan dikirim melewati jaringan
  • Meningkatkan kekonsistenan
  • Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan        validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
  • Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami


Senin, 02 November 2015

Masalah Keamanan

Masalah keamanan merupakan salah satu aspek terpenting dari sebuah sistem komputerisasi namun kurang mendapatkan perhatian dari perancang dan pengelola sistem informasi. Oleh sebab itu masalah keamanan kadang berada di urutan kedua, ketiga atau terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting.

Saat ini, informasi sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada dalaminformation-based societyyaitu kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi. Hal tsb semakin dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang tehnologi komputer dan telekomunikasi, yang disebut end user computing yaitu meningkatnya pengetahuan manusia tentang komputer dan banyaknya jasa informasi yang tersedia, hardware yang murah dan banyaknya software yang tersedia di pasaran.
                  Ancaman Keamanan
         Beberapa ancaman keamanan terhadap informasi adalah :
  • Interruption : merupakan suatu ancaman terhadap ketersediaan informasi, data yang berada dalam sistem komputer dirusak atau dihapus.
  • *Interception : merupakan ancaman terhadap kerahasiaan (secrecy). Informasi yang disadap atau orang yang tidak berhak bisa mengakses komputer tempat informasi tersebut disimpan.
  • *Modifikasi : merupakan ancaman terhadap integritas. Orang yang tidak berhak berhasil menyadap lalu lintas pengiriman informasi, lalu mengubahnya sesuai keinginan orang tersebut.
  • Fabrication : merupakan ancaman integritas. Orang yang tidak berhak berhasil meniru (memalsukan) suatu informasi yang ada.
Table. Ancaman Terhadap Keamanan













    Aspek-aspek keamanan komputer
     Keamanan komputer meliputi :
  •        *Authentication : agar penerima informasi bisa memastikan pesan tsb datang dari orang yang dimintai informasi.
  • *        Integrity : keaslian pesan yang dikirim melalui jaringan dan bisa dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan pengiriman.
  •        *Nonrepudiation : merupakan hal yang bersangkutan dengan si pengirim; si  pengirim tidak bisa mengelak bahwa dialah yang mengirim informasi tsb.
  •         *Authority : informasi yang berada dalam sistem jaringan tidak dapat dimodifikasi  oleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
  •         *Confidentiality : usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses dan biasanya berhubungan dengan informasi yang diberikan kepada orang lain.
  •         *Privacy : lebih ke arah data-data yang sifatnya pribadi.
  • *    Availability : aspek yang berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan sebab sistem informasi yang diserang atau dijebol bisa menghambat atau meniadakan akses ke informasi.
  •         *Access control : aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses ke informasi dan biasanya berhubungan dengan authentikasi dan privasi. Access control seringkali dilakukan menggunakan kombinasi user id dan password atau dengan mekanisme lainnya.

Informasi Rahasia
Pengaman informasi sebuah lingkaran proses yang terjadi secara terus menerus dengan tujuan mengamankan informasi-informasi penting dan rahasia karena nilainya.
Informasi rahasia bisa diklasifikasikan antaranya:
*Rahasia pribadi : informasi rahasia yang dimiliki oleh masing-masing individu. Misalnya rekening bank, kartu kredit , surat-surat pribadi, kekasih simpanan dll.
*Rahasia perusahaan : informasi rahasia yang dimiliki perusahaan perlu dilindungi oleh pihak manajemen dan karyawannya dari pihak pesaing. Misal : harga beli bahan produksi, tehnik produksi, formula suatu produk, strategi pemasaran dan manajemen, daftar nama, dll.
*Rahasia negara : informasi rahasia yang dimiliki oleh negara dan perlu dilindungi umumnya sangat erat berkaitan dengan kepentingan nasional dan keamanan negara. Misal strategi politik, teknis militer, hasil intelijen.

Pentingkah Informasi Rahasia ?
Nilai data/ informasi yang digunakan sangatlah vital sehingga diperlukan penanganan pengamanan data/ informasi yang baik.
Pengamanan informasi sangat dibutuhkan untuk :
a. Menjaga privasi informasi dari pihak-pihak yang tidak berwenang.
b. *Menjaga integritas sehingga data tidak mengalami perubahan.
c. *Memastikan identitas (otentikasi), baik orang, mesin, ataupun kartu sekaligus menyamarkan identitas (anonimity) terhadap yang tidak berhak.
Teknik-teknik yang digunakan dalam pengamanan informasi meliputi :
*a. Pembatasan akses dengan password dan user name atau biometrik
*b. Crytography (penyandian) dan stenography (pengkodean)

Tugas manajemen keamanan informasi adalah merencanakan keamanan informasi, mengaplikasikannya, memonitor dan melakukan evaluasi.

Pada umumnya klasifikasi informasi adalah:
1.Umum (bebas)
2.Terbatas (dinas)
3.Rahasia (pribadi)

Teknik untuk melindungi informasi, yaitu :
*a. Secara fisik, misal disimpan dalam ruangan khusus.
*b. Secara organisasi, misal menunjuk personil khusus dengan regulasi yang jelas.
*c. Secara logis, misal menerapkan cryptography, memasang anti-virus.

                   Password
                   Password lebih sering digunakan sebagai    kunci untuk memasuki sebuah sistem.
                  Password akan efektif dan andal bila dikelola   dengan baik. Untuk itu, kita bisa melakukan beberapa hal berikut :
1.Membuat password dengan karakter acak.
2.Menggunakan satu password hanya untuk satu keperluan.
3.Melakukan perubahan password secara berkala untuk menghindari analisis dan mencegah diketahuinya password oleh pihak lain.
4.Menyimpan/ menyembunyikan password baik secara fisik maupun secara crytography.
5.Tidak memberikan password kepada orang lain.

Crytography
Crytography berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata kripto berarti secret (rahasia) dan graphia berarti writing (tulisan).

Komponen cryptography, terdiri dari beberapa komponen seperti :*
Enkripsi : sebagai pengamanan atas data yang dikirimkan agar rahasianya terjaga. Pesan aslinya disebut plaintext yang diubah menjadi kode-kode tidak dimengerti


                Enkripsi dapat diartikan sebagai chiper  atau  kode, dan untuk mengubah plaintext ke bentuk chipertext digunakan algoritma yang bisa mengkodekan data yang diinginkan.
*

Deskripsi : kebalikan dari enkripsi, dan algoritma yang digunakan berbeda untuk enkripsi.
*Kunci : adalah kunci yang dipakai untuk melakukan enkripsi dan deskripsi. Kunci terbagi menjadi dua bagian yaitu : kunci pribadi (private key) dan kunci umum (public key).
*Chipertext : merupakan suatu pesan yang sudah melalui proses enkripsi dan tidak bisa dibaca karena berisi karakter yang tidak memiliki makna(arti).
*Plaintext : sering juga disebut cleartext, merupakan suatu pesan bermakna yang ditulis atau diketik dan plaintext itulah yang akan diproses menggunakan algoritma cryptography agar menjadi chipertext.
*Pesan : bisa berupa data atau informasi yang dikirim(melalui kurir, saluran komunikasi data, dsb) atau yang disimpan di dalam media perekaman (kertas, storage, dsb).
Cryptanalysis : bisa diartikan sebagai analisis sandi atau suatu ilmu untuk mendapatkan plaintext tanpa harus mengetahui kunci secara wajar.

Semoga Bermanfaat ya ......??!!