kopi yuks

Selasa, 01 Maret 2022

Konfigurasi FTP

1) Konsep Protokol Pengiriman File (FTP)
          Protokol pengiriman file atau biasa disebut FTP, File Transfer Protocol, adalah sebuah protokol      klien-server yang memungkinkan seorang pemakai untuk mengirim atau menerima file dari dan ke sebuah tempat/mesin dalam jaringan. FTP bekerja menurut aturan transport TCP dan sangat banyak digunakan di dalam jaringan internet, namun demikian dapat juga digunakan pada jaringan lokal yaitu  LAN.
          FTP didekripsikan bahwa semua operasi yang menggunakan sebuah alat operasi sederhana  disebut dengan model FTP. Model FTP mendefinisikan tugas-tugas dari peralatan yang berpartisipasi dalam sebuah perpindahan file, dan dua kanal komunikasi yang terbentuk diantaranya. Serta komponen-komponen FTP yang mengatur kedua kanal dan definisi terminologi yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.
          Karena termasuk sebagai protokol klien-server, maka klien FTP disebut sebagai user, hal ini karena para pengguna FTP menjalankan FTP melalui sebuah mesin klien. Sementara serangkaian operasi perangkat lunak FTP dalam sebuah mesin disebut sebagai proses. Perangkat lunak FTP yang berjalan dalam sebuah server disebut proses server FTP sedangkan yang berjalan di klien disebut proses klien FTP.

         a) Kontrol koneksi FTP dan koneksi data
Dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan protokol lain yang menggunakan protokol transport TCP, FTP tidak hanya menggunakan satu koneksi TCP melainkan menggunakan dua koneksi. Model FTP dirancang memerlukan dua kanal logik komunikasi antara proses server dan klien FTP:

  • Kontrol koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika sebuah sesi FTP diadakan. Ia memelihara throughput selama sesi FTP dan digunakan hanya untuk melakukan pertukaran informasi control, seperti perintah FTP dan jawabannya. Ia tidak digunakan untuk mengirim file-file.
  • Koneksi data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau sebaliknya, sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara mereka. Data dikirimkan melalui koneksi data tersebut. Saat pengiriman file selesai, koneksi data ini dihentikan.
Alasan untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar didapatkan keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.

Selasa, 08 Februari 2022

SETTING KONFIGURASI VoIP

 Setting Konfigurasi analog VoIP

Belajar bareng yuks .....!!!

VoIP singkatan dari Voice over Internet Protocol, atau disebut Internet Telephony, Voice over IP, IP Telephony. VoIP merupakan layanan teleon suara yang menggunakan media internet sebagai jalur transmisinya, artinya sebagai pesan suara berbasis IP (Internet Protocol). Tehnologi VoIP ini mengubah data suara menjadi kode digital dan dialihkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan melewati sirkuit analog.

Yuks, latihan kita .....

Yang perlu kita siapkan dalam latihan ini. Kita gunakan aplikasi packet cisco tracer (terserah mau versi berapa yang kita punya, disini saya gunakan versi 7.2)

Yang dipilih dari menu cisco adalah :

-        1 Router 2811

-         1 switch 2950-24

-         1 analog phone

-         1 phone 7960

-         1 home voip

-         1 laptop

-         1 pc

Buat topologi jaringan sebagai berikut :




Sebelumnya kita setting IP phone dengan menyambungkan kabel adapter pada lubang IP phone, sehingga akan seperti gambar dibawah ini :

Kalau sudah terhubung saatnya kita konfigurasi pada router sesuai dengan topologinya ya guys, .....

a.     Setting pada router disini saya gunakan tanggal dan bulan ya .... 192.168.10.1 sebagai IP router (biar ingat kapan buatnya)

 

Router>ena

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Router(config)#int fa0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh

Router(config-if)#

Router(config-if)#ex

 

b.     Setting konfigurasi dhcp di router :

Router(config)#ip dhcp pool voice

Router(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0

Router(dhcp-config)#default-router 192.168.10.1

Router(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.10.1

Router(dhcp-config)#ex

 

c.      Setting konfigurasi telephony-service (layanan service):

Router(config)#ip dhcp pool voice

Router(dhcp-config)#telephony-service

Router(config-telephony)#max-ephone 5

Router(config-telephony)#max-dn 5

Router(config-telephony)#ip source-address 192.168.10.1 port 2000

Router(config-telephony)#auto assign 1 to 4

Router(config-telephony)#ephone-dn 1

Router(config-ephone-dn)#number 270366

Router(config-ephone-dn)#ephone-dn 2

Router(config-ephone-dn)#number 660327

Router(config-ephone-dn)#ephone-dn 3

Router(config-ephone-dn)#number 032766

Router(config-ephone-dn)#ephone-dn 4

Router(config-ephone-dn)#number 090222

Router(config-ephone-dn)#ex

Router(config)#

 

d.     Setting konfigurasi pada switch :

Switch>ena

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Switch(config)#int range fa0/1-24

Switch(config-if-range)#switchport mode access

Switch(config-if-range)#switchport voice vlan 1

Switch(config-if-range)#ex

Switch(config)#

 

Setelah kita mengkonfigurasi router dan switch maka kita akan mensetting laptop dan PC dengan langkah sbb :

Masuk ke menu desktop pada laptop dan PC --> IP configuration --> pilih DHCP

 

 

Setelah laptop dan PC mendapatkan IP address secara dhcp, maka kita masuk ke tab menu config yang ada di home voip (voip adapter) --> settings --> pada server address isi dengan IP address router yang terhubung ke jaringan. Seperti gambar dibawah ini :

Note : IP phone mendapat ip address dan nomor secara otomatis, sedangkan analog phone mendapat nomor dari voip adapter

 

Sekarang kita cek yuks, ....  

Langkah untuk laptop dan PC adalah :

Laptop/ PC à Desktop à Cisco IP Communicator --> lihat nomor dibagian kanan atas laptop/ PC

     


    

Hasil percobaan :

Kita akan telepon dari analog phone (270366) --> IP phone (660327)

    

Dan hasilnya berhasil ..... sukses






    














Senin, 03 Agustus 2020

Konsep jaringan VLAN

Bagaimana atau apa itu konsep jaringan VLAN ? Yuks disimak dengan baik .....



Prinsip jaringan LAN (Local Area Network) adalah semua perangkat yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain. Sebuah broadcast domain mencakup semua perangkat yang terhubung pada satu LAN dimana apabila salah satu perangkat mengirimkan frame broadcast, maka semua perangkat yang lain juga akan menerima salinan dari frame tersebut. Tanpa VLAN, sebuah switch akan menganggap semua interface (port) nya berbeda pada satu broadcast domain, sehingga semua komputer yang terhubung ke switch tersebut akan dianggap berada pada satu LAN yang sama. Kapan sebuah infrastuktur jaringan VLAN diperlukan ?

Infrastruktur VLAN diperlukan apabila :
1. Memiliki lebih dari 200 perangkat pada sebuah LAN
2. Memiliki banyak lalu lintas broadcast pada LAN
3. Sebuah departemen memerlukan keamanan sistem yang tinggi


Jaringan VLAN dapat diciptakan dengan menggunakan managable switch yang mendukung VLAN. Sama seperti pada jaringan LAN, untuk berhubungan antara VLAN satu dengan VLAN yang lain dibutuhkan sebuah perangkat layer 3 lainnya seperti router. VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN. Antara jaringan VLAN dengan LAN, keduanya memiliki perbedaan. Bagaimana perbandingan jaringan VLAN dan LAN ?

Perbandingan jaringan VLAN dan LAN :

1. VLAN membagi broadcast domain
                 Setiap port pada switch dapat ditugaskan pada VLAN yang berbeda. Port yang berada di dalam VLAN yang sama, akan berbagi broadcast domain yang sama. Port yang tidak berada pada VLAN yang sama, tidak akan berbagi broadcast domain yang sama. Sehingga dengan menggunakan VLAN, dapat meningkatkan bandwidth serta meningkatkan performa jaringan jika dibandingkan dengan LAN

2. VLAN membuat adanya fleksibilitas jaringan
                VLAN membuat suatu jaringan dimana setiap perangkatnya tidak tergantung pada lokasi fisiknya. Fleksibilitas seperti ini mempermudah proses menambah, mengubah, dan memindahkan perangkat dalam sebuah jaringan. VLAN juga memungkinkan untuk mengelompokkan pengguna berdasarkan jenis departemennya.

Senin, 13 Juli 2020

Komponen tahapan perintah extension atau command line


Ini ya guys, komponen yang dibutuhkan untuk membangun tahapan perintah extension atau command line, yaitu :


  1. Extension adalah label dari extension, dapat berupa sebuah string ( angka, huruf dan simbol yang diizinkan) atau pola yang harus dievaluasi secara dinamik yaitu mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Setiap command line yang menjadi bagian dari extension tertentu harus mempunyai label yang sama.
  2. Priority biasanya berupa angka integer. Merupakan urutan perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang akan dijalankan harus dimulai dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka Asterisk tidak akan menjalankan perintah extension. Setelah prioritas 1 dijalankan, Asterisk akan menambah prioritas ke prioritas 2 dan seterusnya, jika tidak ada perintah yang menentukan prioritas mana yang selanjutnya harus dijalankan. Jika ternyata perintah selanjutnya tidak terdefinisi maka Asterisk akan menghentikan proses menjalankan perintah walau pun masih ada perintah dengan prioritas yang lebih tinggi.
  3. Command adalah perintah yang akan dijalankan oleh Asterisk.
  4. Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command/ perintah membutuhkan parameter sebab ada beberapa perintah yang dapat dijalankan tanpa parameter.
Jadi sudah tahu khan komponen tahapan apa saja yang dibutuhkan?!
Next time sambung lagi ya .....😃
 

Senin, 24 Oktober 2016

Walkie Talkie

Ini hanya sebuah contoh dari pembelajaran Komunikasi Data .... tentang Walkie Talkie ....




Bagaimana menurut kamu semua, tentang Walkie Talkie? Jadi walkie talkie itu pun digunakan sebagai komunikasi walau tidak seperti androidmu.

Sabtu, 16 Juli 2016

Layer Presentation

b. Layer Presentation
          fungsi dari layer ini sesuai dengan namanya, menyajikan data ke layer application, dan bertanggung jawab pada penerjemahan data dan format kode (program). Jadi pada dasarnya adalah penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi. Dengan menyediakan layanan penterjemahan, layer presentation memastikan agar data yang berasal dari layer application di satu komputer dapat dibaca oleh layer application di komputer lain.

Tugas yang berhubungan dengan layer Presentation adalah :

  • kompresi
  • dekompresi
  • enkripsi
  • deskripsi data
Beberapa standar layer presentation juga mencakup operasi multimedia.
Standar berikut digunakan untuk mengatur presentasi grafis dan visual image, seperti :
1. PICT
          sebuah format gambar yang digunakan program Macintosh untuk melakukan transfer grafik QuickDraw.

2. TIFF (Tagged Image File Format)
           sebuah format grafis standar untuk image bitmap resolusi tinggi.

3. JPEG
            standar foto yang dibuat oleh Joint Photographic Experts Group. Standar lain mengatur film dan suara.

4. Midi
          Musical Instrument Digital Interface (kadang disebut Musical Instrument Device Interface), digunakan untuk membuat musik digital.

5. MPEG
          standar Motion Picture Experts Group yang semakin populer untuk kompresi dan coding video bergerak untuk CD. Ia menyediakan penyimpanan digital dan kecepatan bit sampai 1,5 Mbps.

6. Quicktime
          digunakan oleh program macintosh; mengelola aplikasi-aplikasi audio dan video.

7. RTF
          Rich Text Format, sebuah file format yang memungkinkan kita melakukan pertukaran file text antar program pengolah kata (word processor) yang berbeda, bahkan antar sistem operasi yang berbeda. 


Bagaimana kelanjutan layer berikut ikuti selanjutnya Layer Session ....!!!

Kamis, 14 Juli 2016

Model referensi OSI

Salah satu fungsi terpenting dari spesifikasi OSI adalah membantu terjadinya transfer data antar host yang berbeda. OSI bukanlah suatu model yang berbentuk fisik melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi, agar bisa membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang bisa berjalan di jaringan, serta menyediakan sebuah kerangka kerja untuk menciptakan dan mengimplementasikan standar-standar peralatan jaringan, dan skema internetworking.

          OSI terdiri atas tujuh layer (lapisan) yang terbagi menjadi dua grup. Tiga layer teratas mendefinisikan bagaimana aplikasi-aplikasi berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan user. Empat layer dibawahnya mendefinisikan bagaimana data dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.



          Pada dasarnya ISO bisa dianalogikan seperti Emily Post-nya dunia protokol network (Emily Post adalah tokoh abad 19 yang merumuskan standar-standar etika hubungan sosial, yaitu interaksi sosial manusia di Amerika). ISO membuat referensi model OSI sebagai panduan untuk protokol network yang bersifat terbuka.

Model referensi OSI terdiri dari tujuh layer, yaitu sebagai berikut :
a. Layer application
          merupakan tempat dimana user atau pengguna berinteraksi dengan komputer. Layer ini sebenarnya hanya berperan ketika dibutuhkan akses ke network, sebagai contoh Internet Explorer. Artinya kita bisa membuang semua komponen networking dari sistem seperti TCP/IP, kartu NIC dan sebagainya; namun kita masih tetap bisa menggunakan Internet Explorer (IE) untuk melihat dokumen lokal HTML, tidak ada masalah. Tetapi semua akan berubah menjadi kacau jika kita hendak melihat dokumen HTML yang harus diambil dengan dengan HTTP atau mengamil file dengan FTP. Karena IE harus memberikan umpan balik terhadap permintaan tersebut dengan mengakses layer application.

Saat ini pertukaran transaksi dan informasi di antara perusahaan sudah berkembang dan membutuhkan layanan aplikasi internetworking  seperti berikut :
1. World Wide Web (WWW)
          menghubungkan server-server dalam jumlah begitu banyak, hampir tidak terhitung (dan dari hari ke hari selalu bertambah) dengan format data yang berbeda-beda. Kebanyakan adalah multimedia dan bisa mencakup gambar, teks , video, dan suara. Baik IE maupun Netscape Navigator bisa digunakan untuk mengakses dan melihat website.
2. E-mail gateway
          layanan serbaguna ini bisa menggunakan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) atau standar X.400 untuk mengirim pesan antar aplikasi e-mail yang berbeda.
3. Electronic Data Interchange (EDI)
          gabungan dari standar-standar dan proses-proses khusus yang menyediakan aliran data atau accounting, serta pelacakan order atau inventori antar perusahaan.
4. Special interest bulletin board
          mencakup banyak tempat chat di internet dimana orang bisa bertemu dan berkomunikasi dan mengirimkan pesan atau mengadakan percakapan secara interaktif serta dipakai juga untuk sharing perangkat lunak public domain.
5. Utility navigasi Internet
          mencakup aplikasi-aplikasi seperti Gopher dan WAIS serta aplikasi mesin pencari (search engine) seperti Google dan Yahoo yang membantu pengguna pencari informasi yang mereka butuhkan di internet.
6. Layanan transaksi finansial
          target utamanya adalah komunitas finansial. Layanan ini mengumpulkan dan menjual informasi-informasi yang berkenaan dengan masalah investasi, market trading, komoditas, nilai tukar mata uang, dan data perkreditan kepada pelanggannya.

Mau tahu layer selanjutnya cukup klik di layer Presentation .....!!!!

Sabtu, 30 April 2016

Model Jaringan Komputer

Dalam menerapkan jaringan komputer kita harus dapat memahami model-model internetworking dan spesifikasi dari model OSI.

1. Wide Area Network (WAN)
          WAN dapat dibedakan berdasarkan tehnologi, kecepatan, dan biaya yang dibutuhkan. Satu perbedaan utama LAN dengan WAN adalah organisasi harus berlangganan kepada penyedia jaringan dari perusahaan penyedia jaringan yang ada.
Perangkat pada pelanggan disebut CPE (Customer Premises Equipment). Pelanggan memiliki sendiri atau menyewa dari service provider. Kabel tembaga, serat optik atau wireless yang digunakan untuk menghubungkan CPE ke sentral provider terdekat atau ke kantor pusat dari service provider. Media ini sering disebut dengan local loop.

          Perangkat yang meletakkan data ke local loop disebut DCE (Data Circuit-terminating Equipment). Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DCE disebut dengan DTE (Data Terminal Equipment). 

a. Perangkat WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dari service provider. Karena jalur komunikasi tidak bisa langsung dimasukkan ke LAN, maka diperlukan beberapa perangkat interface. Perangkat-perangkat tersebut antara lain :
1. Router
          adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan jaringan.  Tujuan dari jaringan tersebut adalah : konektifitas yang reliabel, kontrol manajemen, dan fleksibiltas.

2. CSU/ DSU
          jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yang sesuai. Untuk jalur digital dibutuhkan sebuah Channel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit (DSU) dan keduanya sering digabung menjadi sebuah perangkat yang disebut dengan CSU/ DSU.

3. Modem
          adalah sebuah perangkat yang dibutuhkan untuk mempersiapkan data transmisi melalui local loop. Modem lebih dibutuhkan untuk jalur komunikasi analog dibandingkan digital. Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal. Sinyal digital ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk ditransmisikan. Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi.

4. Communication Server
          mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dialin dan remote akses ke LAN. Communication server memiliki beberapa interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa user sekaligus.

b. Standar WAN menggunakan OSI layer, tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Standar WAN pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat fisik, aliran data, dan enkapsulasi.
         
          Protokol layer 1 menjelaskan bagaimana menyediakan secara elektris, mekanisme, operasi, dan fungsi koneksi yang disediakan oleh service provider.
          Ada bermacam-macam tehnologi yang digunakan seperti ISDN, Frame Relay atau Asynchronous Transfer Mode (ATM). Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang sama, yaitu High-Level Data Link Control (HDLC) atau satu dari beberapa variannya seperti Point to Point Protocol.

Kamis, 03 Maret 2016

Perangkat Jaringan Komputer

3. Perangkat Jaringan Komputer

a. Router
          Sebenarnya tidak ada arsitektur yang eksak dari sebuah router karena berbeda dan tergantung merek dan jenisnya.
Komponen-komponen dari router adalah sebagai berikut :
1. CPU (Central Processing Unit)
mengeksekusi instruksi pada operating system. Fungsi yang lain adalah inisialisasi sistem, fungsi routing, dan mengontrol network interface. Router yang besar memiliki beberapa CPU.

2. RAM (Random Access Memory), digunakan untuk informasi routing table, fast switching cache, running configuration, dan packet queque. RAM biasanya dibagi dua secara logik, yaitu memori processor utama dan memori shared input/ output (I/O). Memori shared I/O untuk menyimpan paket secara sementara. Isi RAM akan hilang begitu power dari router dimatikan.

3. Flash, digunakan untuk menyimpan keseluruhan IOS (Internetworking Operating System) software image. Router umumnya mencari operating system pada flash. IOS dapat diupgrade dengan mengisi IOS baru pada flash. IOS mungkin berbentuk compressed atau uncompressed.

4. NVRAM (Nonvolatile Random Access Memory), digunakan untuk menyimpan startup configuration. Dibeberapa perangkat NVRAM diimplementasikan menggunakan EEPROM yang terpisah dari perangkat tersebut.

5. BUS, kebanyakan router berisi sebuah sistem bus dan CPU bus. Sistem bus digunakan untuk komunikasi di antara CPU dan interface. System bus mengirimkan data dari dan ke interface. CPU bus digunakan oleh CPU untuk mengakses komponen dari media penyimpan router.

6. ROM (Read Only Memory) digunakan untuk menyimpan permanen startup diagnostic code (ROM Monitor). Tugas utama untuk ROM adalah mendiagnosa hardware selama router melakukan bootup dan memindahkan software IOS dari Flash ke RAM.

7. Interface adalah koneksi router ke luar. Ada tiga tipe interface, yaitu a. Local Area Network (LAN), b. Wide Area Network (WAN) dan c. Management. Interface LAN biasanya berupa salah satu dari jenis Ethernet atau Token Ring. Interface WAN termasuk serial, ISDN, dan integrated Channel Service Unit (CSU). Management port berisi port Console dan AUX adalah port serial yang digunakan untuk menghubungkan router dengan administrator. Port ini bukan merupakan port jaringan. Port ini menggunakan aplikasi tertentu yang dijalankan pada sebuah komputer yang dihubungkan melalui port komunikasi pada komputer atau menggunakan modem.

8. Power supply, menyediakan power yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komponen internal.


b. Koneksi komputer atau terminal console ke router
          Port Console atau AUX adalah port manajemen. Port tersebut adalah port serial asynchronous yang tidak didesain sebagai port jaringan. Satu dari kedua port tersebut dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi router. Port Console dianjurkan untuk konfigurasi awal karena tidak semua router mempunyai port AUX.

Jumat, 15 Januari 2016

Jenis-jenis Jaringan

2. Jenis-jenis Jaringan

          Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis, yaitu sebagai berikut :

a. Local Area Network (LAN)
         
       
           Local Area Network (LAN), merupakan jaringan lokal yang digunakan oleh suatu organisasi untuk berbagi sumber daya (resources sharing) seperti printer dan file. LAN biasanya dibangun dan dikelola oleh organisasi tersebut. Tehnologi LAN antara lain Ethernet, Token Ring, dan FDDI.

                               b. Metropolitan Area Network (MAN)
       
          Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan tehnologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c. Wide Area Network (WAN)
       
            Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua perangkat yang terpisah jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer-komputer atau file server pada lokasi lain. Beberapa tehnologi WAN antara lain adalah : Modem, ISDN, DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.

d. Intranet
       
          Melibatkan jaringan LAN dan Web Server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web Server digunakan untuk melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan gambar. Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna dari luar organisasi tidak dapat mengaksesnya.

e. Internet
          Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Dan banyak orang yang berharap dapat berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lainnya melalui antar jaringan yang seringkali tidak kompatible dan berbeda. Untuk melakukan itu semua diperlukan sebuah gateway yang berguna untuk melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras mau pun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
     
          Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa lokasi, maka masing-masing lokasi mengembangkan jaringan lokalnya. Ketika dibutuhkan koneksi antar LAN pada perusahaan tersebut, maka terbentuklah
Wide Area Network.

Sampai jumpa di Perangkat jaringan Komputer. Sampa jumpa lagi ..........



Selasa, 12 Januari 2016

Perangkat Jaringan

A. Pembuatan Spesifikasi Perangkat Jaringan Komputer

          Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama.  Maka dari sinilah muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan TTS ( Time Sharing System ) dan merupakan jaringan (network) komputer pertama yang diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.

1. Dasar-dasar Internetworking
          Networking telah tumbuh secara eksponensial dalam 15 tahun terakhir dan mengalami perubahan yang begitu pesat mulai kebutuhan pengguna yang mendasar seperti berbagi data dan printer, sampai kebutuhan yang lebih tinggi seperti video conference. Pada jaringan lokal dengan jumlah komputer yang sedikit tidak menjadi masalah, tetapi jika jumlah user dan sumber daya yang ada di jaringan besar maka akan menjadi masalah. Dan itu merupakan tantangan untuk menggabungkan beberapa jaringan dan membaginya menjadi network-network yang lebih kecil karena unjuk kerja kerja (performance) network yang menjadi lambat.

Sebuah Network yang besar cenderung akan melambat akibat lalu lintas data yang terlalu padat, sehingga terjadi apa yang dinamakan congestion atau kemacetan (analogikan dengan mobil yang banyak dengan jalan sempit).
Membagi sebuah network yang besar menjadi network-network yang lebih kecil dinamakan network segmentation, dengan peralatan yang digunakan adalah : router, switch, dan bridge.

Kemungkinan penyebab dari congestion di lalu lintas jaringan adalah sebagai berikut :
a. Terlalu banyak host (host artinya peralatan-peralatan yang terhubung ke jaringan yang bisa megirmkan dan menerima informasi berupa komputer, workstation, server, printer dan lain-lain) di dalam sebuah broadcast domain.
b. Broadcast storm (badai broadcast)
c. Multicasting
d. Bandwith yang kecil

          Router digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network, dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-network.
Secara default, router berfungsi membagi atau memecah sebuah broadcast domain. Broadcast domain adalah kumpulan dari peralatan-peralatan di sebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast yang dikirim oleh peralatan-peralatan di dalam segmen tersebut. Walau pun secara default router dikenal sebagai alat untuk memisahkan broadcast domain, router sebenarnya juga memisahkan collision domain (collision adalah kondisi dimana terjadi tabrakan antar data karena data-data tersebut berada pada waktu dan tempat yang sama pada sebuah kabel jaringan).
Dua keuntungan menggunakan router dalam jaringan adalah :
a. Router secara default tidak meneruskan paket broadcast
b. Router bisa menyaring network dengan menggunakan informasi pada layer 3 (Network layer) seperti alamat IP

          Berbeda dengan router, Switch tidak digunakan untuk menghubungkan antar network tetapi digunakan untuk memaksimalkan jaringan LAN. Tugas utama dari switch adalah membuat LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan unjuk kerja (performance), menyediakan lebih banyak bandwith untuk pengguna LAN. Secara default, switch memisahkan collision domain. Istilah collision domain adalah istilah di dalam ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi network di mana sebuah peralatan mengirimkan paket pada sebuah segmen network, dan pada saat yang bersamaan peralatan yang berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, sehingga mengakibatkan terjadinya collision (tabrakan). Paket yang dikirim menjadi rusak, akibatnya semua peraltan harus melakukan pengiriman ulang. Situasi ini bisa terjadi pada jaringan yang menggunakan hub di mana setiap segmen terhubung ke sebuah hub yang dikatakan merepresentasikan hanya satu collision domain dan satu broadcast domain.

          Banyak yang mencampur adukkan istilah bridge dengan switch. Bridge maupun switch pada dasarnya melakukan hal yang sama yaitu memisahkan collision domain pada LAN. Bridge pada umumnya hanya mempunyai dua atau empat port, sedangkan switch mempunyai 16 port bahkan sampai ratusan port. sehingga switch disebut juga multiport bridge. 


Sampai disini dulu bahasan untuk Dasar-dasar Internetworking dan kita akan jumpa di Jenis-jenis Jaringan, tunggu ya !!!!!

Senin, 30 November 2015

Mengenal jenis topologi pada jaringan Wireless

Topologi pada jaringan wireless
• Topologi pada jaringan LAN (via kabel) tentu berbeda dengan jaringan WLAN (via wireless).
• Prinsip :
sama-sama menghubungkan komputer dengan komputer, namun media transmisi yang digunakan berbeda pada jenis topologinya.
Tehnologi yang digunakan :
1. Jaringan WLAN -> tehnologi wireless (IEEE 802.11)
2. Jaringan LAN -> tehnologi ethernet (IEEE 802.3)
Model topologi WLAN
Ada 2 model topologi utama WLAN pada standar IEEE, yaitu :
1. AdHoc
2. Infrastruktur
Jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless
             1. Independent Basic Service Set (IBBS).
    • Jaringan AdHoc atau IBBS terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung.
• Jaringan AdHoc tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. 
• Kelemahannya :
  a. jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses           transmisi data akan semakin lambat.
  b. karena tidak adanya access point yang dijadikan                        concentrator maka menyebabkan tidak adanya perangkat          yang bisa mengatur wireless client yang terkoneksi,                   sehingga collusion atau tabrakan pun sangat mungkin                terjadi.
2. Basic Service Set (BSS).

 • Koneksi antar wireless client pada      topologi ini dihubungkan oleh            sebuah perangkat access point.
 • Setiap wireless client yang ingin terhubung dengan client lainnya harus terhubung dengan access point yang digunakan.
3. Extended Service Set (ESS).
         • Terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.
         • Tujuan : adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh, jadi topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
• Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.





Rabu, 04 November 2015

Prinsip Kerja Client-Server

Pengertian Client Server

Client Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :

1. Servis (layanan)
   
• Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
    • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
    • Server sebagai provider, client sebagai konsumen

2. Sharing Resources ( sumber daya)     
     Server yang bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses          bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya. 

3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
     Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog           melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.   
 
4. Transparansi lokasi
    Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang           berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5. Mix-and-Match :
    Perbedaan server client platforms

6. Pesan berbasiskan komunikasi
     Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan         jawaban.

7. Pemisahan interface dan implementasi
    Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang                         diterbitkan tidak berubah.


Perbedaan Tipe Client-Server

1. File Servers
    • File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
    • Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
     • Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil         perintah SQL dikembalikan.
     • Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang               diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3. Transaction Servers (Transaksi Server)
    • Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL                      database engine.
    • Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
    • Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

4. Groupsware Servers
     • Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
     • Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image,  bulletin boards dan aliaran               kerja
     • Data diatur sebagai dokumen

5. Object Application Servers
    • Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
    • Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker                  (ORB)
    • Client meminta sebuah method pada remote object

6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
     • World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
     • Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut                 HTTP.

Fungsi Client Server


Dalam konteks basis data, client mengatur interface yang berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Prinsip Kerja dari :
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary
Kelebihan Client Server :
  • Lebih aman
  •  Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation
Kekurangan Client Server :
  • Membutuhkan administrator yang handal
  • Pelaksanannya mahal
  • Jika server mati maka komputer clent akan mati juga
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
  • Memungkinkan akses basis data yang besar
  • Menaikkan kinerja
  • Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang                  berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin      server jika hanya memproses basis data.
  • Biaya untuk hardware dapat dikurangi
  • Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk                    menyimpan dan mengatur basis data
  • Biaya komunikasi berkurang
  • Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang          dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit             yang akan dikirim melewati jaringan
  • Meningkatkan kekonsistenan
  • Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan        validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
  • Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami