kopi yuks

Kamis, 03 Maret 2016

Perangkat Jaringan Komputer

3. Perangkat Jaringan Komputer

a. Router
          Sebenarnya tidak ada arsitektur yang eksak dari sebuah router karena berbeda dan tergantung merek dan jenisnya.
Komponen-komponen dari router adalah sebagai berikut :
1. CPU (Central Processing Unit)
mengeksekusi instruksi pada operating system. Fungsi yang lain adalah inisialisasi sistem, fungsi routing, dan mengontrol network interface. Router yang besar memiliki beberapa CPU.

2. RAM (Random Access Memory), digunakan untuk informasi routing table, fast switching cache, running configuration, dan packet queque. RAM biasanya dibagi dua secara logik, yaitu memori processor utama dan memori shared input/ output (I/O). Memori shared I/O untuk menyimpan paket secara sementara. Isi RAM akan hilang begitu power dari router dimatikan.

3. Flash, digunakan untuk menyimpan keseluruhan IOS (Internetworking Operating System) software image. Router umumnya mencari operating system pada flash. IOS dapat diupgrade dengan mengisi IOS baru pada flash. IOS mungkin berbentuk compressed atau uncompressed.

4. NVRAM (Nonvolatile Random Access Memory), digunakan untuk menyimpan startup configuration. Dibeberapa perangkat NVRAM diimplementasikan menggunakan EEPROM yang terpisah dari perangkat tersebut.

5. BUS, kebanyakan router berisi sebuah sistem bus dan CPU bus. Sistem bus digunakan untuk komunikasi di antara CPU dan interface. System bus mengirimkan data dari dan ke interface. CPU bus digunakan oleh CPU untuk mengakses komponen dari media penyimpan router.

6. ROM (Read Only Memory) digunakan untuk menyimpan permanen startup diagnostic code (ROM Monitor). Tugas utama untuk ROM adalah mendiagnosa hardware selama router melakukan bootup dan memindahkan software IOS dari Flash ke RAM.

7. Interface adalah koneksi router ke luar. Ada tiga tipe interface, yaitu a. Local Area Network (LAN), b. Wide Area Network (WAN) dan c. Management. Interface LAN biasanya berupa salah satu dari jenis Ethernet atau Token Ring. Interface WAN termasuk serial, ISDN, dan integrated Channel Service Unit (CSU). Management port berisi port Console dan AUX adalah port serial yang digunakan untuk menghubungkan router dengan administrator. Port ini bukan merupakan port jaringan. Port ini menggunakan aplikasi tertentu yang dijalankan pada sebuah komputer yang dihubungkan melalui port komunikasi pada komputer atau menggunakan modem.

8. Power supply, menyediakan power yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komponen internal.


b. Koneksi komputer atau terminal console ke router
          Port Console atau AUX adalah port manajemen. Port tersebut adalah port serial asynchronous yang tidak didesain sebagai port jaringan. Satu dari kedua port tersebut dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi router. Port Console dianjurkan untuk konfigurasi awal karena tidak semua router mempunyai port AUX.

Jumat, 15 Januari 2016

Jenis-jenis Jaringan

2. Jenis-jenis Jaringan

          Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis, yaitu sebagai berikut :

a. Local Area Network (LAN)
         
       
           Local Area Network (LAN), merupakan jaringan lokal yang digunakan oleh suatu organisasi untuk berbagi sumber daya (resources sharing) seperti printer dan file. LAN biasanya dibangun dan dikelola oleh organisasi tersebut. Tehnologi LAN antara lain Ethernet, Token Ring, dan FDDI.

                               b. Metropolitan Area Network (MAN)
       
          Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan tehnologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c. Wide Area Network (WAN)
       
            Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua perangkat yang terpisah jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer-komputer atau file server pada lokasi lain. Beberapa tehnologi WAN antara lain adalah : Modem, ISDN, DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.

d. Intranet
       
          Melibatkan jaringan LAN dan Web Server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web Server digunakan untuk melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan gambar. Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna dari luar organisasi tidak dapat mengaksesnya.

e. Internet
          Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Dan banyak orang yang berharap dapat berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lainnya melalui antar jaringan yang seringkali tidak kompatible dan berbeda. Untuk melakukan itu semua diperlukan sebuah gateway yang berguna untuk melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras mau pun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
     
          Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa lokasi, maka masing-masing lokasi mengembangkan jaringan lokalnya. Ketika dibutuhkan koneksi antar LAN pada perusahaan tersebut, maka terbentuklah
Wide Area Network.

Sampai jumpa di Perangkat jaringan Komputer. Sampa jumpa lagi ..........



Selasa, 12 Januari 2016

Perangkat Jaringan

A. Pembuatan Spesifikasi Perangkat Jaringan Komputer

          Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama.  Maka dari sinilah muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan TTS ( Time Sharing System ) dan merupakan jaringan (network) komputer pertama yang diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.

1. Dasar-dasar Internetworking
          Networking telah tumbuh secara eksponensial dalam 15 tahun terakhir dan mengalami perubahan yang begitu pesat mulai kebutuhan pengguna yang mendasar seperti berbagi data dan printer, sampai kebutuhan yang lebih tinggi seperti video conference. Pada jaringan lokal dengan jumlah komputer yang sedikit tidak menjadi masalah, tetapi jika jumlah user dan sumber daya yang ada di jaringan besar maka akan menjadi masalah. Dan itu merupakan tantangan untuk menggabungkan beberapa jaringan dan membaginya menjadi network-network yang lebih kecil karena unjuk kerja kerja (performance) network yang menjadi lambat.

Sebuah Network yang besar cenderung akan melambat akibat lalu lintas data yang terlalu padat, sehingga terjadi apa yang dinamakan congestion atau kemacetan (analogikan dengan mobil yang banyak dengan jalan sempit).
Membagi sebuah network yang besar menjadi network-network yang lebih kecil dinamakan network segmentation, dengan peralatan yang digunakan adalah : router, switch, dan bridge.

Kemungkinan penyebab dari congestion di lalu lintas jaringan adalah sebagai berikut :
a. Terlalu banyak host (host artinya peralatan-peralatan yang terhubung ke jaringan yang bisa megirmkan dan menerima informasi berupa komputer, workstation, server, printer dan lain-lain) di dalam sebuah broadcast domain.
b. Broadcast storm (badai broadcast)
c. Multicasting
d. Bandwith yang kecil

          Router digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network, dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-network.
Secara default, router berfungsi membagi atau memecah sebuah broadcast domain. Broadcast domain adalah kumpulan dari peralatan-peralatan di sebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast yang dikirim oleh peralatan-peralatan di dalam segmen tersebut. Walau pun secara default router dikenal sebagai alat untuk memisahkan broadcast domain, router sebenarnya juga memisahkan collision domain (collision adalah kondisi dimana terjadi tabrakan antar data karena data-data tersebut berada pada waktu dan tempat yang sama pada sebuah kabel jaringan).
Dua keuntungan menggunakan router dalam jaringan adalah :
a. Router secara default tidak meneruskan paket broadcast
b. Router bisa menyaring network dengan menggunakan informasi pada layer 3 (Network layer) seperti alamat IP

          Berbeda dengan router, Switch tidak digunakan untuk menghubungkan antar network tetapi digunakan untuk memaksimalkan jaringan LAN. Tugas utama dari switch adalah membuat LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan unjuk kerja (performance), menyediakan lebih banyak bandwith untuk pengguna LAN. Secara default, switch memisahkan collision domain. Istilah collision domain adalah istilah di dalam ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi network di mana sebuah peralatan mengirimkan paket pada sebuah segmen network, dan pada saat yang bersamaan peralatan yang berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, sehingga mengakibatkan terjadinya collision (tabrakan). Paket yang dikirim menjadi rusak, akibatnya semua peraltan harus melakukan pengiriman ulang. Situasi ini bisa terjadi pada jaringan yang menggunakan hub di mana setiap segmen terhubung ke sebuah hub yang dikatakan merepresentasikan hanya satu collision domain dan satu broadcast domain.

          Banyak yang mencampur adukkan istilah bridge dengan switch. Bridge maupun switch pada dasarnya melakukan hal yang sama yaitu memisahkan collision domain pada LAN. Bridge pada umumnya hanya mempunyai dua atau empat port, sedangkan switch mempunyai 16 port bahkan sampai ratusan port. sehingga switch disebut juga multiport bridge. 


Sampai disini dulu bahasan untuk Dasar-dasar Internetworking dan kita akan jumpa di Jenis-jenis Jaringan, tunggu ya !!!!!

Senin, 30 November 2015

Mengenal jenis topologi pada jaringan Wireless

Topologi pada jaringan wireless
• Topologi pada jaringan LAN (via kabel) tentu berbeda dengan jaringan WLAN (via wireless).
• Prinsip :
sama-sama menghubungkan komputer dengan komputer, namun media transmisi yang digunakan berbeda pada jenis topologinya.
Tehnologi yang digunakan :
1. Jaringan WLAN -> tehnologi wireless (IEEE 802.11)
2. Jaringan LAN -> tehnologi ethernet (IEEE 802.3)
Model topologi WLAN
Ada 2 model topologi utama WLAN pada standar IEEE, yaitu :
1. AdHoc
2. Infrastruktur
Jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless
             1. Independent Basic Service Set (IBBS).
    • Jaringan AdHoc atau IBBS terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung.
• Jaringan AdHoc tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. 
• Kelemahannya :
  a. jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses           transmisi data akan semakin lambat.
  b. karena tidak adanya access point yang dijadikan                        concentrator maka menyebabkan tidak adanya perangkat          yang bisa mengatur wireless client yang terkoneksi,                   sehingga collusion atau tabrakan pun sangat mungkin                terjadi.
2. Basic Service Set (BSS).

 • Koneksi antar wireless client pada      topologi ini dihubungkan oleh            sebuah perangkat access point.
 • Setiap wireless client yang ingin terhubung dengan client lainnya harus terhubung dengan access point yang digunakan.
3. Extended Service Set (ESS).
         • Terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.
         • Tujuan : adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh, jadi topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
• Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.





Rabu, 04 November 2015

Prinsip Kerja Client-Server

Pengertian Client Server

Client Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :

1. Servis (layanan)
   
• Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
    • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
    • Server sebagai provider, client sebagai konsumen

2. Sharing Resources ( sumber daya)     
     Server yang bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses          bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya. 

3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
     Many-to-one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog           melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.   
 
4. Transparansi lokasi
    Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang           berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5. Mix-and-Match :
    Perbedaan server client platforms

6. Pesan berbasiskan komunikasi
     Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan         jawaban.

7. Pemisahan interface dan implementasi
    Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang                         diterbitkan tidak berubah.


Perbedaan Tipe Client-Server

1. File Servers
    • File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
    • Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
     • Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil         perintah SQL dikembalikan.
     • Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang               diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3. Transaction Servers (Transaksi Server)
    • Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL                      database engine.
    • Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
    • Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi

4. Groupsware Servers
     • Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
     • Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image,  bulletin boards dan aliaran               kerja
     • Data diatur sebagai dokumen

5. Object Application Servers
    • Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
    • Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker                  (ORB)
    • Client meminta sebuah method pada remote object

6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
     • World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
     • Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut                 HTTP.

Fungsi Client Server


Dalam konteks basis data, client mengatur interface yang berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Prinsip Kerja dari :
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary
Kelebihan Client Server :
  • Lebih aman
  •  Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation
Kekurangan Client Server :
  • Membutuhkan administrator yang handal
  • Pelaksanannya mahal
  • Jika server mati maka komputer clent akan mati juga
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
  • Memungkinkan akses basis data yang besar
  • Menaikkan kinerja
  • Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang                  berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin      server jika hanya memproses basis data.
  • Biaya untuk hardware dapat dikurangi
  • Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk                    menyimpan dan mengatur basis data
  • Biaya komunikasi berkurang
  • Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang          dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit             yang akan dikirim melewati jaringan
  • Meningkatkan kekonsistenan
  • Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan        validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
  • Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami