kopi yuks

Sabtu, 30 April 2016

Model Jaringan Komputer

Dalam menerapkan jaringan komputer kita harus dapat memahami model-model internetworking dan spesifikasi dari model OSI.

1. Wide Area Network (WAN)
          WAN dapat dibedakan berdasarkan tehnologi, kecepatan, dan biaya yang dibutuhkan. Satu perbedaan utama LAN dengan WAN adalah organisasi harus berlangganan kepada penyedia jaringan dari perusahaan penyedia jaringan yang ada.
Perangkat pada pelanggan disebut CPE (Customer Premises Equipment). Pelanggan memiliki sendiri atau menyewa dari service provider. Kabel tembaga, serat optik atau wireless yang digunakan untuk menghubungkan CPE ke sentral provider terdekat atau ke kantor pusat dari service provider. Media ini sering disebut dengan local loop.

          Perangkat yang meletakkan data ke local loop disebut DCE (Data Circuit-terminating Equipment). Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DCE disebut dengan DTE (Data Terminal Equipment). 

a. Perangkat WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalur komunikasi dari service provider. Karena jalur komunikasi tidak bisa langsung dimasukkan ke LAN, maka diperlukan beberapa perangkat interface. Perangkat-perangkat tersebut antara lain :
1. Router
          adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan jaringan.  Tujuan dari jaringan tersebut adalah : konektifitas yang reliabel, kontrol manajemen, dan fleksibiltas.

2. CSU/ DSU
          jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yang sesuai. Untuk jalur digital dibutuhkan sebuah Channel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit (DSU) dan keduanya sering digabung menjadi sebuah perangkat yang disebut dengan CSU/ DSU.

3. Modem
          adalah sebuah perangkat yang dibutuhkan untuk mempersiapkan data transmisi melalui local loop. Modem lebih dibutuhkan untuk jalur komunikasi analog dibandingkan digital. Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal. Sinyal digital ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk ditransmisikan. Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi.

4. Communication Server
          mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dialin dan remote akses ke LAN. Communication server memiliki beberapa interface analog dan digital serta mampu melayani beberapa user sekaligus.

b. Standar WAN menggunakan OSI layer, tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Standar WAN pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat fisik, aliran data, dan enkapsulasi.
         
          Protokol layer 1 menjelaskan bagaimana menyediakan secara elektris, mekanisme, operasi, dan fungsi koneksi yang disediakan oleh service provider.
          Ada bermacam-macam tehnologi yang digunakan seperti ISDN, Frame Relay atau Asynchronous Transfer Mode (ATM). Protokol ini menggunakan dasar mekanisme framing yang sama, yaitu High-Level Data Link Control (HDLC) atau satu dari beberapa variannya seperti Point to Point Protocol.

Kamis, 03 Maret 2016

Perangkat Jaringan Komputer

3. Perangkat Jaringan Komputer

a. Router
          Sebenarnya tidak ada arsitektur yang eksak dari sebuah router karena berbeda dan tergantung merek dan jenisnya.
Komponen-komponen dari router adalah sebagai berikut :
1. CPU (Central Processing Unit)
mengeksekusi instruksi pada operating system. Fungsi yang lain adalah inisialisasi sistem, fungsi routing, dan mengontrol network interface. Router yang besar memiliki beberapa CPU.

2. RAM (Random Access Memory), digunakan untuk informasi routing table, fast switching cache, running configuration, dan packet queque. RAM biasanya dibagi dua secara logik, yaitu memori processor utama dan memori shared input/ output (I/O). Memori shared I/O untuk menyimpan paket secara sementara. Isi RAM akan hilang begitu power dari router dimatikan.

3. Flash, digunakan untuk menyimpan keseluruhan IOS (Internetworking Operating System) software image. Router umumnya mencari operating system pada flash. IOS dapat diupgrade dengan mengisi IOS baru pada flash. IOS mungkin berbentuk compressed atau uncompressed.

4. NVRAM (Nonvolatile Random Access Memory), digunakan untuk menyimpan startup configuration. Dibeberapa perangkat NVRAM diimplementasikan menggunakan EEPROM yang terpisah dari perangkat tersebut.

5. BUS, kebanyakan router berisi sebuah sistem bus dan CPU bus. Sistem bus digunakan untuk komunikasi di antara CPU dan interface. System bus mengirimkan data dari dan ke interface. CPU bus digunakan oleh CPU untuk mengakses komponen dari media penyimpan router.

6. ROM (Read Only Memory) digunakan untuk menyimpan permanen startup diagnostic code (ROM Monitor). Tugas utama untuk ROM adalah mendiagnosa hardware selama router melakukan bootup dan memindahkan software IOS dari Flash ke RAM.

7. Interface adalah koneksi router ke luar. Ada tiga tipe interface, yaitu a. Local Area Network (LAN), b. Wide Area Network (WAN) dan c. Management. Interface LAN biasanya berupa salah satu dari jenis Ethernet atau Token Ring. Interface WAN termasuk serial, ISDN, dan integrated Channel Service Unit (CSU). Management port berisi port Console dan AUX adalah port serial yang digunakan untuk menghubungkan router dengan administrator. Port ini bukan merupakan port jaringan. Port ini menggunakan aplikasi tertentu yang dijalankan pada sebuah komputer yang dihubungkan melalui port komunikasi pada komputer atau menggunakan modem.

8. Power supply, menyediakan power yang dibutuhkan untuk mengoperasikan komponen internal.


b. Koneksi komputer atau terminal console ke router
          Port Console atau AUX adalah port manajemen. Port tersebut adalah port serial asynchronous yang tidak didesain sebagai port jaringan. Satu dari kedua port tersebut dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi router. Port Console dianjurkan untuk konfigurasi awal karena tidak semua router mempunyai port AUX.

Jumat, 15 Januari 2016

Jenis-jenis Jaringan

2. Jenis-jenis Jaringan

          Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis, yaitu sebagai berikut :

a. Local Area Network (LAN)
         
       
           Local Area Network (LAN), merupakan jaringan lokal yang digunakan oleh suatu organisasi untuk berbagi sumber daya (resources sharing) seperti printer dan file. LAN biasanya dibangun dan dikelola oleh organisasi tersebut. Tehnologi LAN antara lain Ethernet, Token Ring, dan FDDI.

                               b. Metropolitan Area Network (MAN)
       
          Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan tehnologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c. Wide Area Network (WAN)
       
            Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua perangkat yang terpisah jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer-komputer atau file server pada lokasi lain. Beberapa tehnologi WAN antara lain adalah : Modem, ISDN, DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.

d. Intranet
       
          Melibatkan jaringan LAN dan Web Server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web Server digunakan untuk melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan gambar. Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna dari luar organisasi tidak dapat mengaksesnya.

e. Internet
          Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Dan banyak orang yang berharap dapat berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lainnya melalui antar jaringan yang seringkali tidak kompatible dan berbeda. Untuk melakukan itu semua diperlukan sebuah gateway yang berguna untuk melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras mau pun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
     
          Ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa lokasi, maka masing-masing lokasi mengembangkan jaringan lokalnya. Ketika dibutuhkan koneksi antar LAN pada perusahaan tersebut, maka terbentuklah
Wide Area Network.

Sampai jumpa di Perangkat jaringan Komputer. Sampa jumpa lagi ..........



Selasa, 12 Januari 2016

Perangkat Jaringan

A. Pembuatan Spesifikasi Perangkat Jaringan Komputer

          Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama.  Maka dari sinilah muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan TTS ( Time Sharing System ) dan merupakan jaringan (network) komputer pertama yang diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.

1. Dasar-dasar Internetworking
          Networking telah tumbuh secara eksponensial dalam 15 tahun terakhir dan mengalami perubahan yang begitu pesat mulai kebutuhan pengguna yang mendasar seperti berbagi data dan printer, sampai kebutuhan yang lebih tinggi seperti video conference. Pada jaringan lokal dengan jumlah komputer yang sedikit tidak menjadi masalah, tetapi jika jumlah user dan sumber daya yang ada di jaringan besar maka akan menjadi masalah. Dan itu merupakan tantangan untuk menggabungkan beberapa jaringan dan membaginya menjadi network-network yang lebih kecil karena unjuk kerja kerja (performance) network yang menjadi lambat.

Sebuah Network yang besar cenderung akan melambat akibat lalu lintas data yang terlalu padat, sehingga terjadi apa yang dinamakan congestion atau kemacetan (analogikan dengan mobil yang banyak dengan jalan sempit).
Membagi sebuah network yang besar menjadi network-network yang lebih kecil dinamakan network segmentation, dengan peralatan yang digunakan adalah : router, switch, dan bridge.

Kemungkinan penyebab dari congestion di lalu lintas jaringan adalah sebagai berikut :
a. Terlalu banyak host (host artinya peralatan-peralatan yang terhubung ke jaringan yang bisa megirmkan dan menerima informasi berupa komputer, workstation, server, printer dan lain-lain) di dalam sebuah broadcast domain.
b. Broadcast storm (badai broadcast)
c. Multicasting
d. Bandwith yang kecil

          Router digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network, dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-network.
Secara default, router berfungsi membagi atau memecah sebuah broadcast domain. Broadcast domain adalah kumpulan dari peralatan-peralatan di sebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast yang dikirim oleh peralatan-peralatan di dalam segmen tersebut. Walau pun secara default router dikenal sebagai alat untuk memisahkan broadcast domain, router sebenarnya juga memisahkan collision domain (collision adalah kondisi dimana terjadi tabrakan antar data karena data-data tersebut berada pada waktu dan tempat yang sama pada sebuah kabel jaringan).
Dua keuntungan menggunakan router dalam jaringan adalah :
a. Router secara default tidak meneruskan paket broadcast
b. Router bisa menyaring network dengan menggunakan informasi pada layer 3 (Network layer) seperti alamat IP

          Berbeda dengan router, Switch tidak digunakan untuk menghubungkan antar network tetapi digunakan untuk memaksimalkan jaringan LAN. Tugas utama dari switch adalah membuat LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan unjuk kerja (performance), menyediakan lebih banyak bandwith untuk pengguna LAN. Secara default, switch memisahkan collision domain. Istilah collision domain adalah istilah di dalam ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi network di mana sebuah peralatan mengirimkan paket pada sebuah segmen network, dan pada saat yang bersamaan peralatan yang berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, sehingga mengakibatkan terjadinya collision (tabrakan). Paket yang dikirim menjadi rusak, akibatnya semua peraltan harus melakukan pengiriman ulang. Situasi ini bisa terjadi pada jaringan yang menggunakan hub di mana setiap segmen terhubung ke sebuah hub yang dikatakan merepresentasikan hanya satu collision domain dan satu broadcast domain.

          Banyak yang mencampur adukkan istilah bridge dengan switch. Bridge maupun switch pada dasarnya melakukan hal yang sama yaitu memisahkan collision domain pada LAN. Bridge pada umumnya hanya mempunyai dua atau empat port, sedangkan switch mempunyai 16 port bahkan sampai ratusan port. sehingga switch disebut juga multiport bridge. 


Sampai disini dulu bahasan untuk Dasar-dasar Internetworking dan kita akan jumpa di Jenis-jenis Jaringan, tunggu ya !!!!!

Senin, 30 November 2015

Mengenal jenis topologi pada jaringan Wireless

Topologi pada jaringan wireless
• Topologi pada jaringan LAN (via kabel) tentu berbeda dengan jaringan WLAN (via wireless).
• Prinsip :
sama-sama menghubungkan komputer dengan komputer, namun media transmisi yang digunakan berbeda pada jenis topologinya.
Tehnologi yang digunakan :
1. Jaringan WLAN -> tehnologi wireless (IEEE 802.11)
2. Jaringan LAN -> tehnologi ethernet (IEEE 802.3)
Model topologi WLAN
Ada 2 model topologi utama WLAN pada standar IEEE, yaitu :
1. AdHoc
2. Infrastruktur
Jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless
             1. Independent Basic Service Set (IBBS).
    • Jaringan AdHoc atau IBBS terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung.
• Jaringan AdHoc tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. 
• Kelemahannya :
  a. jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses           transmisi data akan semakin lambat.
  b. karena tidak adanya access point yang dijadikan                        concentrator maka menyebabkan tidak adanya perangkat          yang bisa mengatur wireless client yang terkoneksi,                   sehingga collusion atau tabrakan pun sangat mungkin                terjadi.
2. Basic Service Set (BSS).

 • Koneksi antar wireless client pada      topologi ini dihubungkan oleh            sebuah perangkat access point.
 • Setiap wireless client yang ingin terhubung dengan client lainnya harus terhubung dengan access point yang digunakan.
3. Extended Service Set (ESS).
         • Terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.
         • Tujuan : adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh, jadi topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
• Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

Topologi BSS atau ESS, bisa dipadukan dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubung dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.